Postingan

Harapan dan Realita

 Banyak hal yang telah dilalui, ada yang sesuai harapan namun tidak sedikit yang melenceng dari harapan. wajar saja, namanya manusia pasti selalu menaruh harapan sekecil apapun itu. Harapan yang membuat manusia semangat menjalani hari-hari karena merasa punya "tujuan". Tapi, tidak sedikit manusia juga terpuruk karena tidak tercapainya harapan. Makanya penting banget menerapkan sistem "pasrah" asal udah berusaha. Mmmm tapi, manusia yang notabene sebagai makhluk sosial, tidak pernah luput dari harapan orang lain. jadi gak cuma diri sendiri aja yang berharap, tapi orang lain juga bisa jadi berharap sesuatu ke manusia lain. sepertinya menggendong harapan orang lain jauh lebih berat daripada harapan diri sendiri, hehe. Tapi apaun itu, tetaplah hidup meskipun hanya menjadi toping bumi wkwk

Antara Tugas dan Sehat

     Menjadi seorang mahasiswa, bisa tidur siang adalah hal yang "istimewa", tidur siang menjadi hal "sederhana" tapi "mahal". Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas mahasiswa hanya tidur sekitar 4 jam saja perhari. Padahal menurut kemenkes, usia 18-40 tahun membutuhkan waktu tidur 7-8 jam setiap hari untuk mengistirahatkan tubuhnya.       Alasan paling umum mahasiswa begadang adalah "mengerjakan tugas" yang tentunya menjadi pro kontra. Ada yang mengatakan itu hanya alibi karena mahasiswa tidak bisa memanajemen waktu, ada yang menyetujui bahwa memang tugas kuliah tidak sesederhana tugas sekolah meskipun sekarang sudah dipermudah dengan AI.       Contohnya saya, saya menulis ini sebenarnya untuk tugas. Memberikan contoh analisis google analytic, jika blog saya kosong apa yang akan dianalisis? hehe. Apakah tulisan ini menggunakan AI? Tadinya sih mau gitu, tapi bahasanya agak aneh. Gak jadi deh  Salam Hangat Dyah Ratna Rohmani...

Apa yang Terjadi Jika Aku Menulis Tanpa Tujuan?

Mungkin, tidak ada. Mungkin juga ada sesuatu yang muncul meski bukan sesuatu yang besar. Bisa jadi cuma satu-dua ide kecil yang mengendap di kepala. Atau mungkin hanya rasa lega, karena akhirnya ada ruang untuk menuangkan isi pikiran, walaupun tidak terarah. Aku tidak menulis ini untuk menginspirasi siapa-siapa. Tidak juga untuk memberikan tips, tutorial, atau opini yang bisa dibagikan ke media sosial. Aku hanya ingin tahu, bagaimana rasanya menulis tanpa beban harus “bermanfaat”. Kadang kita terlalu sering dituntut untuk punya arah. Menulis harus punya tujuan. Bikin blog harus punya ciri khas. Postingan harus punya target audiens. Padahal… bagaimana kalau sesekali saja biarkan semua itu berjalan tanpa peta? Blog ini mungkin tidak ramai. Tidak punya banyak pembaca. Tapi tulisan ini nyata. Aku menulisnya sekarang dan mungkin, di kemudian hari aku akan membacanya ulang, lalu tersenyum sendiri karena pernah iseng menulis seperti ini. Dan kalau kamu kebetulan sedang membaca ini juga, mungk...